managing the expense

Sebelum gw nikah, dulu gw banyak baca referensi mengenai persiapan pernikahan hingga the holy honeymoon tapi oonnya adalah gw ngeskip sesuatu yang penting yang malah menjadi salah satu inti dari kehidupan pernikahan, yaitu mengelola keuangan rumah tangga :D
.
gw nulis ini karena kemarin ngobrol sama teman gw, seorang cowo dan baru jadi suami, tentang pengelolaan pengeluaran rumah tangga... buat gw ini selalu menarik, karena apa? karena kalo salah mengelolanya, bisa ribut aja gitu kaya yang dicurhatin sama temen gw beberapa waktu yang lalu...
.
dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, kuncinya cuma satu (menurut gw mah) yaitu sama-sama sepakat :p
.
sepakat ngabisin bersama :))))))
.
Gw pribadi memang menyarankan kepada calon manten untuk baca dan cari tau mengenai hal ini sebelum menikah, karena abis nikah, kalian langsung kan ditransfer gaji suami? dan mulailah jadi menteri keuangan sesungguhnya :D
.
Kalo gw boleh sharing (sharing nii bukan sok pinter dan kali aja bermanfaat), dalam mengurus keuangan gw membaginya menjadi beberapa slot :
  1. 30% total penghasilan itu ditabung/diinvestasikan sesuai kebutuhan masing2 pasangan
  2. setelah dipotong tabungan, sisihkan uang kalian untuk kewajiban dalam rumah seperti listrik, air, internet, maid, iuran RT/kebersihan/keamanan, dan lainnya... ini wajib didahulukan ya gaes, termasuk juga cicilan disini (kalo adaaa)
  3. untuk keperluan harian selama sebulan (misalnya dalam sebulan, kami menggunakan Rp 2.500.000 untuk ongkos PP rumah-kantor dan makan siang kami selama di kantor)
  4. 10% untuk biaya entertainment (dalam sebulan gw membatasi pengeluaran ini sebesar Rp 1.000.000 dan kami sukanya jajan dan jajan :p ada juga pasangan yang suka travelling yang nabungin 10%nya ini selama beberapa bulan dan setelah itu mereka travelling kemanaaa gitu)
  5. 10% untuk orang tua/silaturahim ke sodara (terserah sih mau kasih atau ngga, tapi bagi gw ini harus dianggarkan)
  6. 10% untuk biaya belanja bulanan (kurang dari 10% mah boleh tapi kalo lebih mah jangan ya, gw tipe yang beli kalo abis/butuh aja bukan stock)
  7. 10% dana tak terduga (lumayan membantu dengan adanya idle money ini... misalnya ada keperluan harus ke dokter, ada sumbangan untuk RT/RW, ada ke undangan, dll.. tiap penganggaran gw pikir perlu ada kaya gini, kalo kepake ya ga masalah tapi kalo ga kepake kan bisa dimasukin ke tabungan juga/buat bulan selajutnya)
gw juga bikin worksheet excel dan catatan di buku expense supaya gw bisa tau cash flow bulanan gw dan membandingkannya dari satu bulan ke bulan lain dengan menentukan biaya tetap dan variable :) Alhamdulillah cara ini dipake gw dan diterapin sama temen2 gw juga, jadi bermanfaat kan ilmunya :) cash flow ini juga gw kasih tau ke qodit, kalo one day dia lagi pengen jajan apa terus uangnya udah abis, dia jadi tau dipake buat apa aja uangnya :D bagi gw, keuangan rumah tangga bukan urusan cewe aja, tapi cowo juga HARUS BANGET tau karena kan ini menyangkut bersama..
.
Oh iya, kalo ada pemasukan tambahan seperti THR, bonus, profit sharing, laba dagangan gw, biasanya gw membagi jadi 50:25:25. Misalnya gw dapat THR Rp 10.000.000 maka Rp 5.000.000 akan gw tabungkan, Rp 2.500.000 untuk orang tua/keluarga, dan Rp 2.500.000 untuk kesenangan kami (jajan, nonton, beli baju, apa ke yang sederhana tapi nyenengin) 

Dari gw sendiri sih, berapapun pendapatan yang kalian dapatkan :
  1. Bersyukur, bersyukur dan bersyukur
  2. Bayar zakatnya (gw ga tau kalo dalam agama lain namanya apa)
  3. Memberi ke orang tua/keluarga
  4. Sedekah
Jadi Insya Allah berkah deh rezekinya :*
.
disclaimer : eh gw bukan ahli perencanaan keuangan ya, kelas sertifikasinya aja ngga pernah ambil ko, tapi ini mah berdasarkan pengalaman awam gw... buktinya, ngga ada slot investasi kan gw mah, masih purely nabung aja XD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pertama kali ke obgyn

perkenalan